LAPORAN PRAKTIKUM
Algoritma dan
pemrograman
MODUL 13-14
DI SUSUN OLEH:
NAMA:ILHAM
JAYA PRATAMA
NIM:125610032
JURUSAN: SISTEM INFORMASI
SEKOLAH
TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AKAKOM
YOGYAKARTA ,5
DESEMBER 2012
MODUL 13
A. DASAR TEORI
Larik adalah sebuah struktur data yang terdiri dari data yang bertipe sama.
Ukuran larik bersifat tetap,larik akan mempunyai ukuran yang sama pada saat
sekali dibuat. Larik dalam java adalah obyek,disebut juga tipe referensi.
Sedangkan elemen dalam larik java bisa primitive atau referensi. Posisi
dari larik biasa disebut sebagai elemen.. elemen larik dimulai dari 0
(nol).
B.
PEMBAHASAN
Program 1
public class Larik4
{
public static void main(String
args[])
{
int kuadrat[];
kuadrat = new int[10];
for (int i=0;i<10;i++)
{
kuadrat[i]=(i+1)*(i+1);
System.out.println("kuadrat
"+(i+1)+
"="+kuadrat[i]);
}
}
}
Pembahasan Program
public class Larik4
Ø Merupakan
perintah untuk mendefinisikan nama sebuah kelas yang mana nama sebuah kelas itu
harus sama dengan nama file yang kita buat.
{
public static void main(String
args[])
Ø Pernyataan ini digunakan untuk
memulai program dengan method main. Kata kunci void di depan main merupakan
keharusan pada java.
{
int kuadrat[];
Ø Pernyataan ini digunakan untuk pendeklarasian suatu variabel kuadrat yang
bertipe integer.
kuadrat = new int[10];
Ø pernyataan yang digunakan untuk menciptakan obyek array.
for (int i=0;i<10;i++)
Ø Ungkapan 1 yaitu i=0 merupakan pernyataan bahwa i dimulai dari 0 (nol).
Ungkapan 2 yaitu i<10
digunakan untuk penentuan pengulangan atau sebagai nilai batas apakah i<10. Jika
masih lebih besar dari 10 maka perulangan jalan terus. Dalam hal ini harus
sesuai dengan jumlah array.
Ungkapan 3
yaitu i++ merupakan setiap perulangan akan ditambahkan dengan 1 .
{
kuadrat[i]=(i+1)*(i+1);
Ø Pernyataan yang
mempunyai arti bahwa setiap perulangan akan ditambahkan dengan 1(satu) kemudian
dikuadratkan sampai jumlah array yang ke 10.
System.out.println("kuadrat
"+(i+1)+
"="+kuadrat[i]);
Ø Pernyataan yang digunakan untuk menampilkan ke layar hasil dari perulangan
for/kuadrat.
Hasil Output:
kuadrat 1=1
kuadrat 2=4
kuadrat 3=9
kuadrat 4=16
kuadrat 5=25
kuadrat 6=36
kuadrat 7=49
kuadrat 8=64
kuadrat 9=81
kuadrat 10=100
Press any key to continue . . .
Program 2
import java.util.Scanner;
public class Larik5
{
public static void main(String args[])
{
Scanner masuk = new Scanner(System.in);
int n;
System.out.print("Masukan Banyaknya Data=");
n=masuk.nextInt();
int kuadrat[];
kuadrat = new int[100];
for (int i=0;i<n;i++)
{
kuadrat[i]=(i+1)*(i+1);
System.out.println("kuadrat "+(i+1)+
"="+kuadrat[i]);
}
}
}
Pembahasan Program
import java.util.Scanner;
public class Larik5
Ø Merupakan
perintah untuk mendefinisikan nama sebuah kelas yang mana nama sebuah kelas itu
harus sama dengan nama file yang kita buat
{
public static void main(String args[])
Ø Pernyataan ini digunakan untuk
memulai program dengan method main. Kata kunci void di depan main merupakan
keharusan pada java.
{
Scanner masuk = new Scanner(System.in);
int n;
Ø Tipe data integer dengan variable n, yang mewakili banyaknya data
System.out.print("Masukan Banyaknya Data=");
Ø Pernyataan yang di gunakan untuk menampilkan ke layar “Masukan
Banyaknya Data=”
n=masuk.nextInt();
int kuadrat[];
Ø Pernyataan ini digunakan untuk pendeklarasian suatu variabel kuadrat yang
bertipe integer.
kuadrat = new int[100];
Ø pernyataan yang digunakan untuk menciptakan obyek array.
for (int i=0;i<n;i++)
Ø Ungkapan 1 yaitu i=0 merupakan pernyataan bahwa i dimulai dari 0 (nol).
Ungkapan 2 yaitu i<n
digunakan untuk penentuan pengulangan atau sebagai nilai batas apakah i<n.
Jika masih lebih besar dari n maka perulangan jalan terus. Dalam hal ini harus
sesuai dengan jumlah array.
Ungkapan 3 yaitu i++ merupakan
setiap perulangan akan ditambahkan dengan 1 .
{
kuadrat[i]=(i+1)*(i+1);
Ø Pernyataan yang mempunyai arti bahwa setiap perulangan akan ditambahkan dengan 1(satu)
kemudian dikuadratkan sampai jumlah.
System.out.println("kuadrat "+(i+1)+
"="+kuadrat[i]);
Ø Pernyataan yang digunakan untuk menampilkan ke layar hasil dari perulangan
for/kuadrat.
}
}
}
C. TUGAS
import java.util.Scanner;
public class Larik7
{
public static void main(String
args[])
{
Scanner masuk = new
Scanner(System.in);
float n,jum,rata,maks,min;
float nilai[] = new float[100];
System.out.print("Masukkan
banyaknya data = ");
n=masuk.nextInt();
jum = 0;
for(int i=0;i<n;i++)
{
System.out.print("Data ke
"+(i+1)+" = ");
nilai[i] = masuk.nextInt();
jum += nilai[i];
}
rata = jum/n;
maks = nilai[0];
min = nilai[0];
for(int i=0;i<n;i++)
{
if(maks < nilai[i])
maks = nilai[i];
if(min > nilai[i])
min = nilai[i];
}
System.out.println("Jumlah =
"+jum);
System.out.println("Rata-rata =
"+rata);
System.out.println("Nilai
terbesar = "+maks);
System.out.println("Nilai
terkecil = "+min);
}
}
Hasil Output:
Masukkan banyaknya data = 5
Data ke 1 = 2
Data ke 2 = 4
Data ke 3 = 5
Data ke 4 = 7
Data ke 5 = 9
Jumlah = 27.0
Rata-rata = 5.4
Nilai terbesar = 9.0
Nilai terkecil = 2.0
Press any key to continue . . .
D. KESMPULAN
Kita dapat
mendefinisikan array sebagai suatu himpunan hingga elemen, terurut dan
homogen. Terurut, kita artikan
bahwa elemen tersebut dapat diidentifikasi sebagai elemen
pertama, elemen kedua, dan
seterusnya sampai elemen ke-n. Sedangkan pengertian elemen
yang homogen adalah bahwa
setiap elemen dari sebuah array tertentu haruslah
mempunyai tipe data yang sama.
Jadi suatu array dapat
mempunyai elemen semuanya berupa integer atau dapat pula
seluruhnya berupa untai aksara
atau string Bahkan dapat pula terjadi bahwa suatu array
mempunyai elemen berupa array
pula.
MODUL 14
ARRAY / LARIK MULTI DIMENSI
A. DASAR TEORI
Array multidimensi merupakan nilai array yang bertipe array. Pada Turbo Pascal,
jumlah dimensi dari array tidak dibatasi. Namun yang paling umum dipakai adalah
array berdimensi dua.
Permasalahan yang menggunakan
array berdimensi dua misalnya adalah untuk keperluan pengolahan data nilai dari
sejumlah mahasiswa.
B. PEMBAHSAN
a. Program
import java.util.Scanner;
Ø Merupakan perintah untuk mendeklarasikan java untuk menerima masukkan.
public class JumlahMatriks{
Ø Merupakan
perintah untuk mendefinisikan nama sebuah kelas yang mana nama sebuah kelas itu
harus sama dengan nama file yang kita buat.
Scanner masuk = new Scanner(System.in);
Ø Artinya
dibuat obyek dengan nama masuk dan mengacu ke kelas Scanner.
public void masukData (float data [][]){
Ø Method yang kita buat ini bersifat static dan bertipe void dengan nama
method masukData, dan parameter bertipe float yaitu data.
for (int i = 0; i<3; i++){
Ø Ungkapan 1 yaitu i=3 merupakan pernyataan bahwa i dimulai dari 0 (nol).
Ungkapan 2
yaitu i<3 digunakan untuk penentuan pengulangan atau sebagai nilai batas
apakah i<3. Jika masih lebih besar dari 3 maka perulangan jalan terus. Dalam
hal ini harus sesuai dengan jumlah array.
Ungkapan 3
yaitu i++ merupakan setiap perulangan akan ditambahkan dengan 1 .
for (int j = 0; j<3; j++){
Ø Ungkapan 1 yaitu j=3 merupakan pernyataan bahwa i dimulai dari 0 (nol).
Ungkapan 2
yaitu j<3 digunakan untuk penentuan pengulangan atau sebagai nilai batas
apakah j<3. Jika masih lebih besar dari 3 maka perulangan jalan terus. Dalam
hal ini harus sesuai dengan jumlah array.
Ungkapan 3
yaitu j++ merupakan setiap perulangan akan ditambahkan dengan 1 .
System.out.print("("+(i + 1)+","+(j+1)+")"+":");
Ø Baris ini merupakan
hasil output untuk menampilkan pernyataan
data[i][j]=masuk.nextFloat();
Ø Merupakan
pernyataan masukan untuk bilangan tipe Float.
}
}
}
public float[][] tambah (float AA[][], float
BB[][]){
Ø Method yang kita buat ini bersifat static dan bertipe float dengan nama
method tambah, dan parameter bertipe float yaitu (float AA[][], float BB[][])
float hasil[][] =
new float[3][3];
Ø Pernyataan ini digunakan untuk mendeklarasikan hasil dan bertipe
float .
for (int i = 0;
i<3; i++)
Ø Ungkapan 1 yaitu i=3 merupakan pernyataan bahwa i dimulai dari 0 (nol).
Ungkapan 2
yaitu i<3 digunakan untuk penentuan pengulangan atau sebagai nilai batas
apakah i<3. Jika masih lebih besar dari 3 maka perulangan jalan terus. Dalam
hal ini harus sesuai dengan jumlah array.
Ungkapan 3
yaitu i++ merupakan setiap perulangan akan ditambahkan dengan 1 .
for (int j = 0; j<3; j++)
Ø Ungkapan 1 yaitu j=3 merupakan pernyataan bahwa i dimulai dari 0 (nol).
Ungkapan 2
yaitu j<3 digunakan untuk penentuan pengulangan atau sebagai nilai batas
apakah j<3. Jika masih lebih besar dari 3 maka perulangan jalan terus. Dalam
hal ini harus sesuai dengan jumlah array.
Ungkapan 3
yaitu j++ merupakan setiap perulangan akan ditambahkan dengan 1 .
hasil[i][j]=AA[i][j]+BB[i][j];
Ø Pernyataan ini digunakan untuk mendeklarasikan hasil [i][j]=AA[i][j]+BB[i][j]
return hasil;
Ø Merupakan kembalian dari tipe
data oleh method.
}
public void tampilData(float data[][],char nama){
Ø Merupakan
method dengan nama method tampilData, baris ini merupakan method dengan
mengugunakan parameter. Parameter method ini yaitu float data, char nama dengan
tipe data float dan variabel parameternya data.
for (int i=0; i<3; i++){
Ø Ungkapan 1 yaitu i=3 merupakan pernyataan bahwa i dimulai dari 0 (nol).
Ungkapan 2
yaitu i<3 digunakan untuk penentuan pengulangan atau sebagai nilai batas
apakah i<3. Jika masih lebih besar dari 3 maka perulangan jalan terus. Dalam
hal ini harus sesuai dengan jumlah array.
Ungkapan 3
yaitu i++ merupakan setiap perulangan akan ditambahkan dengan 1 .
for (int j=0; j<3; j++)
Ø Ungkapan 1 yaitu j=3 merupakan pernyataan bahwa i dimulai dari 0 (nol).
Ungkapan 2
yaitu j<3 digunakan untuk penentuan pengulangan atau sebagai nilai batas
apakah j<3. Jika masih lebih besar dari 3 maka perulangan jalan terus. Dalam
hal ini harus sesuai dengan jumlah array.
Ungkapan 3
yaitu j++ merupakan setiap perulangan akan ditambahkan dengan 1 .
System.out.print(nama+"["+(i+1)+"]["+(j+1)+"]="+
data[i][j]+" ");
Ø Baris ini merupakan
hasil output untuk menampilkan pernyataan
System.out.println();
Ø Merupakan
perintah untuk menampilkan hasil output ke layar
}
}
public static void main(String args[]){
Ø Pernyataan ini digunakan untuk
memulai program dengan method main. Kata kunci void di depan main merupakan
keharusan pada java.
float A[][] = new float[3][3];
float B[][] = new float[3][3];
float C[][] = new float[3][3];
JumlahMatriks jumlah=new JumlahMatriks();
Ø Pernyataan ini digunakan untuk mendeklarasikan jumlah dengan mengacu
pada JumlahMatris
System.out.println("Masukkan data matriks A");
jumlah.masukData(A);
Ø Merupakan
perintah untuk menampilkan hasil output ke layar
System.out.println("Masukkan data matriks B ");
jumlah.masukData(B);
Ø Merupakan
perintah untuk menampilkan hasil output ke layar
C=jumlah.tambah(A,B);
jumlah.tampilData(C,'C');
}
}
Hasil Output:
Masukkan data matriks A
(1,1):1
(1,2):2
(1,3):3
(2,1):4
(2,2):5
(2,3):6
(3,1):7
(3,2):8
(3,3):9
Masukkan data matriks B
(1,1):1
(1,2):2
(1,3):3
(2,1):4
(2,2):5
(2,3):6
(3,1):7
(3,2):8
(3,3):9
C[1][1]=2.0 C[1][2]=4.0 C[1][3]=6.0
C[2][1]=8.0 C[2][2]=10.0 C[2][3]=12.0
C[3][1]=14.0 C[3][2]=16.0 C[3][3]=18.0
Press any key to continue . . .
C. KESIMPULAN
Dalam array
multidimensi terdiri atas baris(row) dan kolom (column). Index pertama adalah
baris dan yang kedua adalah kolom. Suatu larik
atau array merupakan suatu kumpulan data yang memiliki tipe yang sama. Misal
suatu array bertipe string maka tidak boleh ada tipe lain didalamnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar