Social Icons

Jumat, 07 September 2012

KAMPUS KU KAMPUS IT



PESONA 2012





KREATIF, INOVATIF & KOMPETITIF ADALAH JIWAKU

PANITIA PESONA 2012


Mobile Apps
Mobile app
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk aplikasi mobile Wikipedia, lihat Bantuan: Aplikasi Mobile_access #.
Sebuah aplikasi mobile (atau aplikasi mobile) adalah aplikasi perangkat lunak yang dirancang untuk berjalan pada smartphone, komputer tablet dan perangkat mobile lainnya. Mereka tersedia melalui platform distribusi aplikasi, yang biasanya dioperasikan oleh pemilik sistem operasi mobile, seperti Apple App Store, Google Play, Windows Phone Marketplace dan BlackBerry App World. Beberapa aplikasi yang gratis, sementara yang lain memiliki harga. Biasanya, mereka di-download dari platform ke perangkat target, seperti iPhone, BlackBerry, ponsel Android atau Windows Phone 7, tapi kadang-kadang mereka dapat didownload ke komputer mobile yang kurang, seperti laptop atau desktop. Untuk aplikasi dengan harga, umumnya persentase, 20-30%, pergi ke penyedia distribusi (seperti iTunes), dan sisanya pergi ke produsen aplikasi [1].
Istilah “app” telah menjadi populer, dan pada tahun 2010 terdaftar sebagai “Firman of the Year” oleh Masyarakat Dialek Amerika. [2] Technologist Michael Saylor telah dirujuk ke smartphone baru aplikasi mobile difungsikan sebagai “app-ponsel” untuk mereka Perbedaan dari model sebelumnya smartphone. Dia menyatakan bahwa aplikasi-ponsel dapat mendukung banyak aplikasi dan bahasa pemrograman dan harus dipertimbangkan komputer pertama dan kedua ponsel. [3]
Aplikasi mobile yang awalnya ditawarkan untuk pencarian produktivitas dan informasi umum, termasuk email, kalender, kontak, dan pasar saham dan informasi cuaca. Namun, permintaan publik dan ketersediaan alat pengembang melaju ekspansi yang cepat ke dalam kategori lain, seperti game mobile, otomatisasi pabrik, GPS dan layanan berbasis lokasi, perbankan, order-tracking, dan pembelian tiket. Ledakan jumlah dan berbagai aplikasi membuat penemuan sebuah tantangan, yang pada gilirannya menyebabkan terciptanya berbagai sumber review, rekomendasi, dan penanggulangan, termasuk blog, majalah, dan berdedikasi secara online app-penemuan layanan.
Popularitas aplikasi mobile terus meningkat, karena penggunaannya telah menjadi semakin lazim di seluruh pengguna ponsel. Sebuah Mei 2012 penelitian comScore melaporkan bahwa selama kuartal sebelumnya, pelanggan lebih mobile menggunakan aplikasi daripada melihat-lihat web pada perangkat mereka: 51,1% vs 49,8% masing-masing. [4]





Perkembangan Teknologi Mobile

http://dikacrutin.com/wp-content/uploads/2010/06/hp.jpg
Kali ini saya akan sedikit berbagi informasi tentang perkembangan teknologi mobile di Indonesia. Sadar atau tidak sepertinya kita sudah ketergantungan terhadap teknologi mobile. Iya, kita semua sudah kecanduan ponsel dengan berbagai fiturnya. Bahkan, bisa dikatakan bahwa ponsel ini sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar orang. Lihat saja penjual pulsa menjamur dimana-mana di sepanjang jalan. :D
Dan untuk bahasan kali ini, saya mendapat inspirasi dari tweet bang Hotradero kemarin. Eh, bukan cuma terinspirasi, tapi ini mostly saya ambil dari tweetnya. Oh ya, tweet-tweetnya beliau ini keren-keren lho, jadi kalau kalian ada yang punya twiiter, sangat disarankan untuk follow tweetnya. :D
Humm, mari kita mulai dengan awal mula SMS atau Short Message Service. Sebenarnya penemuan SMS ini tidak direncanakan. SMS pertama kali dikirim oleh Neil Papworth dan diterima Richard Jarvis pada Desember 1992 dari komputer ke telepon. Isi pesannya adalah “Merry Christmas“. Nah, SMS ini menggunakan ruang sinyal kendali arus di GSM (global system for mobile). Awalnya 128 karakter (16 bit), tapi diconvert ke basis 7 sehingga bisa 140 karakter. Jadi SMS awalnya hanya untuk memanfaatkan ruang kosong pengaturan sinyal di sistem GSM, tapi sekarang SMS bisa dibilang menjadi kebutuhan dasar para pengguna telepon seluler.
Fitur SMS dimulai tahun 1993, dan tidak dikembangkan secara serius. Cuma Nokia yang serius dengan membuat handset berstandar E-161 atau biasa kita sebut dengan keypad tipe Alfanumerik. Inilah awal mula Nokia booming. Oh iya, ada hal yang menarik juga mengenai pemberian nama/merk Blackberry. Ternyata hal ini terkait atas paten mereka atas Keyboard. Perusahaan Kanada ini pegang paten keyboard berkontur. Dengan kontur ini, orang bisa mengetik dengan mantap walaupun keyboardnya kecil. Karena keyboard kecil ini berjejal-jejal dan berdekatan dengan tuts warna hitam menyerupai buah berry hitam, maka disebutlah dengan Blackberry. Keyboard mini inilah yang membuat pangsa pasar Blackberry naik, karena bisa digunakan dengan aman dan cepat.
Balik lagi ke topik awal, waktu itu sistem tagihan GSM juga belum sempurna. Operator masih bingung bagaimana cara mengitung tarif SMS karena memang fitur dadakan. Trafiknya cuma 0,4 sms/user/bulan. Sesudah dibuat sistem tagihan sendiri termasuk dari dan ke GSM prabayar, barulah SMS meluas bersama dengan meluasnya penggunaan ponsel.
Di tahun 2000, trafik SMS dunia mulai meningkat jadi 35 sms/user/bulan. Dengan trafik yang meningkat ini, Nokia memimpin pasar menggantikan Motorrola. Motorola yang dulunya jago di sistem AMPS (advance mobile phone system) yang analog, begitu GSM yang digital berkembang, jadi keteteran dan telat masuk pasar.
Di Indonesia sendiri, liberalisasi bisnis seluler dimulai sejak tahun 1995, saat pemerintah mulai membuka kesempatan kepada swasta untuk berbisnis telepon seluler dengan cara kompetisi penuh. Bisa diperhatikan, bagaimana ketika teknologi GSM datang dan menggantikan teknologi seluler generasi pertama yang sudah masuk sebelumnya ke Indonesia seperti NMT (nordic mobile telephone) dan AMPS.
Ketika di tahun 1980-an, teknologi GSM datang ke Indonesia, maka para operator pemakai teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System) pun menghilang. Lalu, muncul Satelindo sebagai pemenang, yang kemudian disusul oleh Telkomsel. Dan pada akhirnya teknologi GSM lebih unggul dan berkembang, hal ini karena kapasitas jaringannya lebih tinggi.
Nah, selain GSM, juga berkembang teknologi mobile CDMA (Code Division Multiple Access). CDMA adalah teknologi akses jamak dimana masing-masing user menggunakan code yang unik dalam mengakses kanal yang terdapat dalam sistem. Pada CDMA, sinyal informasi pada transmitter dicoding dan disebar dengan bandwidth sebesar 1.25 MHz (spread spectrum), kemudian pada sisi repeater dilakukan decoding sehingga didapatkan sinyal informasi yang dibutuhkan. Para pakar teknologi telepon seluler sepakat bahwa kecanggihan CDMA jauh melebihi GSM yang sekarang ini banyak dipergunakan oleh operator telepon seluler di Indonesia. CDMA tarifnya akan jauh berada dibawah GSM karena biaya investasinya sangat murah.
CDMA pertama kali digunakan pertama kali pada Perang Dunia II oleh sekutu Inggris untuk menggagalkan usaha Jerman mengganggu transmisi mereka. Sekutu memutuskan untuk mentransmisikan tidak hanya pada satu frekuensi, namun pada beberapa frekuensi, menyulitkan Jerman untuk menangkap sinyal yang lengkap. Sejak itu CDMA digunakan dalam banyak sistem komunikasi, termasuk pada GPS (Global Positioning System). Dikembangkan pertama kali pada tahun 1989 oleh Qualcomm, sebuah vendor telekomunikasi Amerika Serikat. Dan kemudian berkembang secara pesat.
Di Indonesia sendiri, CDMA mulai diperkenalkan sekitar tahun 2000. Namun, teknologi ini masih terhambat perkembangannya. Baru pada Desember 2002, TelkomFlexi hadir sebagai operator CDMA pertama di Indonesia, di bawah pengawasan PT. Telekomunikasi Indonesia, menggunakan frekuensi 1.900 MHz dengan lisensi FWA (Fixed Wireless Access). Artinya, sistem penomoran untuk tiap pelanggan menggunakan kode area menurut kota asalnya, seperti yang dipergunakan oleh telepon berbasis sambungan tetap dengan kabel milik Telkom.
Sebenarnya CDMA ini mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan  GSM. Selain tingkat keamanan yang tinggi sehingga tidak dapat disadap, CDMA juga sangat tahan terhadap gangguan cuaca dan interferensi, karenanya noise CDMA sangat rendah sehingga menghasilkan kualitas suara yang sangat baik.
Selain itu CDMA ini irit dalam pemakaian frekuensi, dan daya pancarnya sangat rendah, 1/100 jika dibandingkan dengan GSM. Itulah sebabnya ponsel CDMA irit baterai. Oh ya, mengingat tingkat keamanannya, teknologi ini sangat cocok bagi kegunaan layanan telepon banking, seperti transfer, cek saldo, dll. Nah kalau anda semua ingin bertransaksi aman via mobile, gunakanlah ponsel CDMA.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar